3 Alternative Ending Untuk Sinetron Cahaya

Naysila Mirdad

Menemanimu… Seberkas Cahaya…...Cahaya adalah sinetron yang ditayangkan oleh RCTI setiap hari, setiap pukul 20.00 WIB, tepatnya setelah sinetron Namaku Mentari. Sinetron yang menceritakan perjalanan hidup seorang yang bodoh bukan kepalang lugu dan bodoh bukan kepalang baik hati. Awal cerita kita disuguhkan oleh kisah roman segi seribu (1000) oleh sinetron tersebut, kisah saling pacar memacari antara tokoh di sinetron Cahaya menjadi bumbu perasa untuk para peminat sinetron Cahaya.

Walaupun sebenarnya kita sudah dapat menebak akhir dari cerita (siapa sama siapa) tapi tampaknya si empunya sinetron masih belum mau melihat Cahaya bahagia, dengan bermunculnya tokoh jahat baru yang legendaris(mak lampir) didunia sinetron menyebabkan bertambahnya penderitaan Cahaya yang bodoh bukan kepalang lugu dan bodoh bukan kepalang baik hati. Untuk si empunya sinetron Cahaya, saya ingin memberikan beberapa masukan ending sinetron Cahaya, semoga masukan saya dapat berguna buat anda dan penonton sinetron Cahaya.

Ending Pertama

Cahaya mendapatkan paket misterius dengan cara yang misterius juga, tanpa pikir panjang Cahaya langsung membuka paket tersebut, dia mengira itu adalah hadiah dari suaminya Satrya, dengan senangnya cahaya mem buka paket tersebut, dan mendapatkan sebuah cairan hijau yang berbau harum dan segar yang dibungkus oleh plastic bekas, dengan lugunya Cahaya langsung meminum cairan tersebut. Rasa hangat dengan seketikan langsung menjalar di tubuh Cahaya, tubuhnya terasa ringan dan kekar,Cahaya binggung tidak karuan dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, tubuhnya langsung membesar dengan misteriusnya dan kulitnya pun berubah warna menjadi hijau, matanya memerah dengan sendirinya.

Cahaya kehilangan kesadaranya, sessat yang diingatnya hanyalan Eva orang yang selalu menjahatinya dengan kejam, dengan insting buasnya Cahaya langsung berlari keluar rumah dengan kecepatan tinggi untuk mencari Eva. Cahaya dapat berlari dengan kecepatan tinggi melebihi motor Suzuki shogun 125 CC. Semua yang di hadapannya ditabrak dan mental berhamburan dari jalur lari Cahaya. Cahaya pun dapat melompati rumah-rumah besar yang menghalanginya, lompatannya sangat tinggi dan jauh melebihi kangguru super, sessat diangkasa Cahaya merasakan kehadiran Eva, dia langsung melompat tepat kearah Eva.

Eva pun kaget melihat sosok hijau yang besar tepat berada di depannya, dia merasa kenal dengan sosok misterius didepannya, dia adalah Cahaya pikir Eva, Eva kaget bukan kepalang. Eva ingin berteriak tapi tidak bisa, Eva hanya bisa diam dan terpaku tidak bergerak sama sekali, bibirnya bergetar seakan ingin mengatakan sesuatu, tolong adalah kata yang ingin di ucapkan oleh Eva, tapi mulut Eva tidak kuat mengangkat bibir untuk berkata tolong, bibirnya hanya bergetar tidak menentu.

Dengan nafasnya yang berat Cahaya yang sudah menjadi mahluk hijau dan buas menatap Eva penuh arti, penuh dengan arti dendam dan kebencian, tiba-tiba Cahaya mengangkat Eva dengan satu tangannya, mencengkram leher Eva yang mungil dan langsung mehangkat nya ke udara, dan dengan kekuatan penuh Cahaya melempar Eva ke arah tumpukan sampah di pinggir sungai yang sangat kotor.

Tubuh Eva terlihat tergeletak di tumpukan sampah dipinggir sungai, tidak bergerak dan bergeming, hanya diam membisu di tumpukan sampah yang baunya tidak karuan. Setelah puas melihat tubuh Eva yang tidak bergerak Cahayapun langsung melompat dan pergi menuju jalan raya yang padat. Hilang tanpa bekas, hanya meninggalkan tubuh Eva yang mungil kaku tidak bergerak di tumpukan sampah yang bau dipinggir kali.

Tak ada yang tahu kemana Cahaya pergi, beberapa orang mengatakan Cahaya menjadi dukun beranak dan membatu orang-orang melahirkan di pedalaman. Ada juga yang bilang Cahaya menyesal dan bunuh diri karena melukai Eva pada saat dia tak sadarkan diri. Tidak ada yang tahu pasti kemana Cahaya pergi, kalau saya sendiri lebih senang membayangkan kalau Cahaya menjadi dukun beranak dan berbahagia di pedalaman.

Ending kedua

Eva yang selalu punya ide jahat yang tidak masuk akal, tetapi selalu berhasil menerpakan idenya, akhirnya pada tahun 2009 memutuskan mencalonkan dirinya menjadi presiden dinegaranya. Dengan segala cara dan ide-ide liciknya Eva melakukan kampanye dimana-mana. Mengundang artis-artis dangdut yang dapat membangunkan birahi banyak pria nakal.

Kampanye yang dia lakukan sungguhlah sederhana, dari pada melakukan janji-janji yang sulit di laksanakan, dia memberikan janji-janji yang simple dan mudah untuk di terapkan. Dia menjanjikan seandainya dia menjadi presiden dia akan melegalkan pornografi, memajukan pelacuran dan menyebarkan perjudian, ide-ide jahat yang mudah dan simple di lemparkan oleh Eva ke public.

Tekanan dari pelbagai penjurupun berdatangan, cercaan makian dan hinaan langsung mengarah ke Eva si calon presiden, walaupun banyak cacian dan makian Eva tetap yakin dan maju ke pemilihan presiden, dengan selalu membawa dayang-dayangnya yang sexy Eva dengan gagah berani melontarkan ide-ide jahatnya kepenjuru negaranya.

Anehnya Eva akhirnya terpilih sebagai presiden, ternyata di negaranya sana Eva sangat dicintai oleh rakyatnya yang mesum, ternyata anggota masyarakat di negaranya banyak yang munafik, diluarnya mereka menentang segala pornografi, pelacuran dan perjudian. Tetapi di dalam hatinya mereka menyukai dan mencintai hal-hal jahat tersebut. Selamat buat Eva

Eva pun langsung melaksanakan obsesinya yang terdalam yaitu keinginannya bersanding dengan Satrya, dengan mudahnya Eva bersanding dengan Satrya, semua keluarga Cahaya dan kerabat dekatnya Cahaya dimasukan kepenjara dengan alasan yang tidak jelas. Akhirnya Eva menguasai segalanya, hanya disinilah dimana kejahatan bisa mengalahkan kebaikan. Sekali lagi, selamat buat Eva.

Ending ketiga

Saya sebagai penonton, mematikan TV dan tidak menonton Cahaya. Mengikhlaskan Cahaya ke si empunya sinetron, membiarkan kegilaan yang terjadi berjalan semaunya, dan melakukan kegiatan lain, entah itu tidur dengan pulasnya ataupun bercengkrama dengan computer sekaligus berselancar di dunia maya. Setidaknya berkuranglah beban saya untuk mengikuti kelanjutan Cahaya.

Meriam belina : Paham you

Share this:

CONVERSATION

24 comments:

Nazieb mengatakan...

Gyahahahahaha...

*guling-guling..

Haduh.. perut saya kram..

*guling-guling lagi..

ridu mengatakan...

behahahaa... gila.. gokil abis..

Eko Priyanto mengatakan...

duh sayang nya aku jarang bgt nonton senetron sih..!! jadi ga ngerti deh..!

heRRu mengatakan...

cahaya?

cabe deeeh ... itu sinetron ceritanya kayak ular tangga

agus mengatakan...

Put...put masih sempet aja lo...nonton sie..nie..tron, kayaknya sinetron sekarang sudah berkurang mutunya sudah tidak menunjukkan realita yang ada, tidak mengajak penonton untuk berfikir (kecuali nebak dan penasaran), menciptakan sikap baru (kayaknya banyak yg negatif) kepada masyarakat. Di Indonesia kok ga ada yang mau bikin pilem hightech sich...Produser bikin dong pilem tentang penggunaan TI...pis

Yolla Elwyn mengatakan...

haha..kesel ya put critanya gak tamat2..hihi..
untung saya gak suka nonton lagi..kapok sejak ada tersanjung sinetron jadul itu..hihi

KIP! mengatakan...

yess,, untung aku udah nggak ngikutin nih sinetron..!! sewcawra dulu pas jaman2nya liburan ke Makassar,, ndak ada hiburan selain tipi,, pun selalu dikuasain nyokap buat nonton sinetron2 tak berguna itu,, dari jam7 WITA mpe jam11...!!! wew..! dan terpaksalah aku ikutan nonton.. tapi,, untunglah,, setelah balik ke Jogja,, virus itu telah menghilang dengan sendirinya...

btw,, ngeri2 gitu alternatip endingnya.. wkeke..

tapinya ya,, sinetron Namaku Mentari itu,, sumpah,, bikin emosi aja nontonnya..!! grrh...!! *kabur!!

Puput mengatakan...

@nazieb
lebih parah kalo nonton sinetronnya, bisa jungkir balik, koprol bolak balik, kardus deh tuh sinetron
:D

@ridu
lebih gokil sinetronnya, :D

@eko
selamat buat anda

@herru
uler semua isinya

@agus
mau gimana lagi gus, tv cuma 1 yang di stel itu2 doang
mau beliin :D

@yolla
banget mbak

@kip
namaku mentari, kalo yang satu itu, speachless deh, udah gak sanggup komentar, gak ada yang punya quality contol apa yah...

Pa'Ichek mengatakan...

lama nggak ketemu
makin gokil aja lu bro...heheh

kangen gw..

Puput mengatakan...

miss you so much bro, :)
pa kabar nie, si thunder gimana kabarnya udah nambah stikernya blom.

Ajie mengatakan...

Saya kok malah suka lagunya yah , kalo sinetronnya sih ketolong sama si cantik itu tuh ...

-Ajie-
www.kodokijo.net

yus aja mengatakan...

Eva? Eva yang mana,mbak? Maria Eva? wah kalo dia mah cocok jadi presiden. :D

detnot mengatakan...

wew tentang sinetron ya jeng?

*gak pernah nonton jadi gk tau :mrgreen:

ika mengatakan...

walah,,ya ampun,,saya ga pernah sinetron ini jeung,,,

Pitshu mengatakan...

duh ga ngikutin sinetron, cuma sekarang ini males banget inti ceritanya sama semua

cewe miskin jadian ama orang kaya, atau mungkin sebalikny ahahah a:D

Puput mengatakan...

@ajie
heheheh gitu toh

@yus
eva yang dateng dari amerika.... :D

@detnot
heheeh bagus deh, jangan coba2 nonton yah

@ika
bagus deh, berarti lebih sehat kalo gitu

@pitshu
yup, gitu2 doang tuh,

Pa'Ichek mengatakan...

Numpang beken ah...
silahken put lu komen gw
http://costum125.wordpress.com/

waterbomm mengatakan...

lah lagian sinetron ditonton!!!! wakakakaa...

semisal tuh sinetron ga ada endingnya gimana ayoo? hihi..

kali aja kasusnya kaya tersanjung :-"

antown mengatakan...

Karena sinetron banyak yang kurang mendidik saya pikir sebaiknya kita tonton film yang cerdas aja deh. lebih aman untuk kesehatan otak kita

aduh, ngomong apa sih

PeTeeR mengatakan...

wakakakakakkk

*ngakak guling2*

ending yang seru........

Benazio R.P mengatakan...

wakakakak dodol ah !

sinetron ma emang gitu !

ntar tiba tiba yang baik jadi jahat yang jahat jadi baik, terus ada yang mati, idup lagi, terus ada yang mukanya mirip. dodol !

zee mengatakan...

alamak........
penggemar sinetron juga ya... kekeke...

Puput mengatakan...

@pa'icek
udah keren bang

@waterbom
di dunia gak ada yang kekal, termasuk sinetron :D

@antown
ngomongin sinetron

@peteer
ati2 jatoh :D

@benazio
sulit di duga atau mudah

@zee
gak juga sie, cuma lagi keseret dalam dunia kelam aja nie

sluman slumun slamet mengatakan...

ah, sinetron.....
bikin muntah saja....
:d