Memcoba Rumah Makan Pak Datuk Dumai


Rumah makan Pak Datuk di Dumai bisa dibilang rumah makan yang "wah". Sering jadi tempat makan siang khusus untuk para VIP di Dumai. Karena memang tempat makan ini menyediakan ruangan khusus di lantai 2. Ruangan khusus terpisah dengan pintu sendiri dan lengkap dengan pendingin ruangannya.

Letaknya di jalan Jendral Sudirman Dumai. Tapi karena tempatnya nempel sama ruko di sekitarnya. Kita harus agak jeli melihat pintu masuknya. Kebetulan tempatnya juga ramai, bisa jadi pintu masuknya ketutup sama mobil yang parkir. Lebih amannya lagi agar tidak kelewat, bisa ajak temen untuk bantu melihat ke bagian atas dari gedung rumah makan pak datuk. Karena letak logo rumah makan tersebut menempel di atas gedung.

Baru duduk di bangku. Gw langsung digelar lauk pauk khas masakan padang. Seperti gambar dibawah ini:


Menurut informasi dari tembok-tembok yang berbicara. Kalau makan di Pak Datuk. Cobalah dendeng Batokoknya. Kalo gw sie nurut aja. Kebetulan dendengnya gak dihidang didepan gw. Jadi gw harus minta khusus untuk didatangkan dendeng tersebut. Tampilannya seperti dibawah ini:



Mengkilat. Hijau. Berminyak. Tampilannya sungguh bikin air liur terbit dan tenggelam. Daging tipis kaku direndam dengan minyak bumbu dengan taburan cabe hijau dan potongan bawang. Pertama kali yang gw coba adalah potongan cabe hijaunya. Tidak terlalu pedas, malahan ada sensasi segar. Seperti ucapan terima kasih dari seseorang yang kita cintai. Melekat segarnya sampai esok hari.

Langsung aja gw tumpuk di atas nasi putih, tampangnya seperti di bawah ini:



Yummy, pasangan yang baik hati dan tidak sombong. Nasi putih dengan topping dendeng batokok rumah makan pak datuk memang layak untuk dinikmati. Apabila lokasi kalian tidak di Dumai. Bisa cukup menikmati gambar di atas. Dengan menahan air liur yang terbit dan tenggelam.

Ada satu lagi yang bikin gw melotot ngeliatin lauk tersebut cukup lama, tampilannya seperti dibawah ini :



Ini adalah usus yang di isi telur. Gw bingung aja, gimana masukin telur ke dalam ususnya. Masak iya, sapinya suruh makan telur. Telen. Trus dipotong. #TegaBanget.





Share this:

CONVERSATION

6 comments:

Niki Setiawan mengatakan...

Itu telor apa isinya bang?
Emang tembok bisa bicara bang?
Coba saja mw denger

Puput mengatakan...

Deket gw traktir loe nik. Mwakaakakkaka

thinkwinz mengatakan...

Siap untuk ditraktirin 😁

syuhada mengatakan...

share lokasi mapsnya dong... Ngomong-ngomong, judul artikelnya typo dikit, hehe.

Puput mengatakan...

Hahahah... Gak janji

Puput mengatakan...

Wkakaka typonya banyak itu.. Wah gmn share lokasi d blogspot ya