Sesaat Memulai


Sesaat kita memulai, kita harus siap untuk diakhiri. Karena selama waktu masih berdetik di hati, tidak akan ada yang pasti.

Sampai mata menutup nanti, itulah hal yang pasti.

Menjalani kegiatan menyenangkan karena kesulitan bersama memang sesuatu yang layak dilihat kembali, seperti naik rollercoaster.

Pernah merasakan mengantri naik kereta rollercoaster?

Kita pasti bertanya tanya,

"Ini kita ngapain naek kek ginian?", berdebar tipis yang mengaburkan antara takut dan mendebarkan.

Duduk dan memasang pengaman. Melihat sekeliling. Terhentak saat laju pertama. Menikmati tanjakan awal dan mulai menyadari sesuatu yang salah saat berada di puncak tinggi, menahan napas melihat turunan yang tajam.

Dan.. Arrrrrrgggghhhhh, apa-apaan ini. Kaki jadi kepala. Kepala jadi kaki. Perut di hempaskan ke bawah, di bawa ke atas, jungkir balikkan, hempas kembali. Sampai akhirnya kereta bergulir perlahan selesai. Kita bernapas lega. Keluar dari kereta, melihat kebelakang dengan mata menyala mencoba mengingat kembali apa yang baru terjadi.

Seperti halnya naik rollercoaster, diawali penuh debaran dan harapan membangun sebuah system terkomputerisasi. Sampai dijungkir balikan kerja siang malam, dikejutkan oleh pengguna,

"kayaknya dulu saya gak minta ini deh!"

"wah gak begini, sekarang udah beda!"

"itu siapa yg rubah?"

Dengan pasti, akhirnya semua bergulir perlahan. Kadang tidak berhenti sampai tujuan, tapi tetap kita bisa melihat kebelakang, tersenyum dan mengenang. Terima Kasih.

Share this:

CONVERSATION

5 comments:

  1. Puisinya keren mba puput
    Eh mas maksudnya

    BalasHapus
  2. Ini artikelnya antara genrenya puisi atau tulisan inspiratif gue bingung yang mana yang bener, yang pasti isinya bagus. hehe

    Bagian endingnya nginget masa lalu, nginget apaan bang sampe senyum-senyum gitu? Wkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan puisi sie, ini gak bengenre.. Asal jalan aja.. Thanks :p

      Hapus
  3. hidup itu kaya naek rollercoaster kadang di bawah kadang di atas..

    BalasHapus