Ini Rasanya, Main ke Kuntum Farmfield



Aroma yang pernah gw kenal, alami dan membangkitkan. Dibawa oleh angin hangat, yang mengikat aroma melalui sela rambut tipis di badannya, mengantarkan apek murni tanpa cela ke hidung. Angin sepoi ke dua membawa aroma yang berbeda, apeknya tidak lagi murni, tapi tercampur dengan benda eksotis yang hanya bisa dibentuk oleh duburnya. Ini bau kandang kambing.

Posisi Kuntum Farmfield mudah dicari. Keluar pintu tol Bogor, pentokin dan lanjut belok kiri arah tajur, nemu Lippo Plaza Bogor dan Terminal Tas lanjut terus sampai nemu papan besar tulisan Kuntum di atas kiri jalan.

Hari sabtu sekitar jam 12 gw sampe di Kuntum, dan parkirannya udah hampir full. Beruntung dapet parkir agak masuk ke dalem, karena malah lebih dekat sama pintu masuk area utama Kuntum Farmfield.

Pertama yang gw cari adalah toilet, karena air mancur gak bisa dibendung terlalu lama. Lagipula siapa sieh, yang mau ngelawan kehendak alam? dari pada bencana, gw ikutin petunjuk toilet yang mengarah ke bagian belakang pembelian tiket Kuntum Farmfield.

Jangan ragu kalau petunjuknya mengarahkan kita ke area lapang dengan tangga menurun dan banyak bibit tanaman terbungkus polybag di sekelilingnya. Yakinlah apa yang ditunjukan tanda tadi, maka kita akan sampai ke ruangan kecil bernama toilet.

Harga masuk area utama Kuntum Farmfield sebesar 40ribu rupiah. Selepas mendapat ucapan terima kasih dari penjaga pemeriksa tiket, kita langsung bisa melihat ikan lele besar di bagian kiri, dan di depan ada area duduk teduh sebelum mengambil topi caping gratis.

Jangan lupa membeli 1 bakul sayuran seharga 5ribu rupiah untuk memberi makan hewan di area utama Kuntum Farmfield. Karena memang tujuan kita pergi ke Kuntum Farmfield adalah untuk mengenal hewan ternak dan berinteraksi langsung dengan hewan tersebut, khususnya memberi pakan hewan ternak di Kuntum Farmfield.

Paling dekat kita bisa berinteraksi dengan kelinci, dan selanjutnya kita bisa menyusuri bebas kandang hewan di Kuntum Farmfield.


Memang didominasi oleh sapi dan kambing, tapi selain itu ada juga rusa, bebek, soang. Paling seru adalah memberi makan sapi yang agak besar, ada sensasi takut dicaplok karena sapinya rakus-rakus.

Setelah bakul pakan habis, gw merasa seperti diperdaya. Kita yang beli pakan ternaknya, kita sendiri yang makanin ternaknya, bukannya kita di kasih upah malah kita bayar 40ribu buat masuk.


Kita segera keluar dari area utama menuju lobby pembelian tiket, dekat dengan restaurannya kita melihat banyak ikan koi berenang di kolam. Dengan perasaan terperdaya kita beli pelet seharga 5ribu rupiah untuk ngasih makan ikan koinya.

Share this:

CONVERSATION

10 comments:

  1. Oh tujuannya untuk mengena hewan ternak toh
    Nama2 hewan ternak disitu siapa aja bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya.. sapi, bebek, soang sama kelinci nik

      Hapus
  2. yang jelas anak seneng banget kalau dibawa ke tempat ginian

    BalasHapus
  3. Selain jadi fres, senang karena bermain ke luar. Anak juga bisa sembari belajar mengenal hewan ya mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah betul banget, yg penting belajar mengenal hewan

      Hapus
  4. mengajak anak main ke farmfield memang yang paling bagus, soalnya anak bisa belajar tentang hewan-hewan ternak disana..

    BalasHapus
  5. Ini mirip kebun binatang, cuma khusus herbivora aja, ya? Hewan buas nggak ada, jadi aman lah buat anak-anak. Ehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan juga sie, ini kayak perternakan tapi kita boleh masuk2 bebas

      Hapus