4 Tips Cara Menjadi Guru Yang Baik Dan Menyenangkan Untuk Murid

cara menjadi guru yang baik


Cara menjadi guru yang baik tentu disenangi oleh murid. Guru sendiri merupakan pahlawan tanda jasa yang bertugas untuk mentransfer ilmu. Lewat guru hadirlah orang yang bertugas untuk memajukan bangsa. Namun terkadang terdapat siswa yang malas belajar, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan siswa enggan belajar sehingga terkesan bodoh. Padahal tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanya murid yang malas. Seperti kata pepatah bahwa malas pangkal bodoh, rajin pangkal pandai. Salah satu hal yang membuat murid malas adalah suasana belajar yang tidak menyenangkan sehingga membuat bosan, serta cara mengajar guru yang tidak sesuai dengan siswa. Karena itu untuk menjadi guru yang menyenangkan ambillah terlebih dahulu hati murid agar dia senang belajar dan selalu semangat. Karena itulah menjadi guru bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab kamu tidak hanya bertugas mentransfer ilmu saja namun juga sebagai pembimbing bagi siswa.



1. Guru haruslah menjadi tegas tidak keras


Saat ini masih banyak orang yang menganggap tegas sama dengan keras. Namun kedua hal ini sebenarnya berbeda. Banyak guru yang mendidik siswa dengan cara yang keras agar murid tidak nakal dan mengikuti aturan, hal tersebut padahal dapat membuat siswa takut dan membangun trauma pada diri mereka. Bentuk kekerasan biasanya secara verbal walaupun sebagian guru masih menggunakan kekerasa fisik. Hal tersebut dapat mempengaruhi mental murid, dimana jika dia selalu dicap bodoh maka dalam alam bawah sadarnya tertanam bahwa dia memang benar bodoh. Apabila hal ini terus terjadi maka akan membuat suasana belajar yang kaku dan siswa sulit untuk bereksplorasi. Karena itu jadilah guru yang tegas, dimana membuat aturan dalam kegiatan mengajar yang mampu dipahami siswanya. Jadilah teman untuk siswa namun bukan berarti murid tidak menghormati guru.


2. Lemah lembut dalam mengajar siswa


Tidak selamanya kekerasan dapat membuat siswa patuh akan aturan, setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Kekerasan tidak berlaku untuk siswa pembangkang, dimana semakin mereka merasa terkekang maka semakin kuat bentuk perlawanannya. Apalagi siswa memiliki hati yang peka, sehingga apabila dimarahi maka akan sulit dilupakan sehingga siswa menjadi down untuk belajar. Untuk itu guru haruslah lemah lembut dalam mengajar karena dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang kondusif serta siswa dapat termotivasi untuk belajar. Serta lakukanlah secara konsisten sehingga siswa tertanam bahwa guru tersebut adalah teman. Jadi siswa tidak takut untuk bertanya atau berkata bahwa dia tidak mengerti sehingga kamu dapat menjelaskan kembali.


3. Menjadi guru teladan


Sebagai guru kamu haruslah menjadi contoh, tidak hanya sebatas memberikan teori namun guru haruslah menjadi contoh sehingga murid dapat mencontoh perilaku gurunya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya guru mengajar dan meminta muridnya untuk disiplin dan apabila datang terlambat akan dihukum. Karena guru yang menetapkan aturan seperti itu dalam hadir di kelas guru haruslah tepat waktu sehingga siswa dapat mencontoh. Namun pada realita hal tersebut jarang terjadi, yang terjadi adalah guru datang telat tidak dihukum namun apabila murid terlambat maka diberikan hukuman. Sehingga murid merasa diperlakukan tidak adil, padahal dengan memperlihatkan sikap santu serta terdapat sinkronisasi antara ucapan dan perilaku membuat siswa percaya apa yang dilakukan si guru tersebut benar. Dengan demikian karakter guru yang seperti itu dapat membuat siswa menghormatinya.

4. Guru harus inovatif dan kreatif


Hal yang paling sulit untuk dijaga oleh guru adalah semangat dan motivasi murid dalam belajar. Dimana terkadang cara mengajar yang itu-itu saja membuat siswa bosan dan malas belajar. Ditambah lagi dengan situasi yang tidak mendukung seperti cuaca panas sangat memberikan pengaruh. Karena itu sebagai guru kamu haruslah menjadi inovatif dan kreatif sehingga menghadirkan hal-hal baru yang membuat siswa penasaran. Sehingga mau untuk belajar dan semangat. Seperti mengajar di luar ruangan, sehingga siswa dapat melihat contohnya secara langsung. Serta membuat siswa mudah paham karena tidak sebatas contoh pada buku. Semua hal ini merupakan cara menjadi guru yang baik.

Share this:

CONVERSATION

2 comments:

  1. Masalahnya kan anak kecil susah bedain mana tegas dan galak, Pak. Kudu dijelasin dulu gitu. Itu juga kalau bocahnya paham setelah dijelasin. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. wekekekek iya juga ya kalo bocahnay perasa banget gak kan bisa bedain yg mana galak dan tegas, tapi klo niatnya tegas pasti kerasa kan bedanya sama galak

      Hapus