Rusaknya Masa Kecil Tahun 90an Lanjutan


Postingan sebelumnya ngasih tau kalau banyak judi di sekeliling gw pada tahun 90an, tapi itu belum semuanya..

Pada awal tahun 90an menjadi tahun berakhirnya judi resmi nasional SDSB atau biasa di kenal Porkas, gw gak bahas detail dari SDSB tapi untuk memberikan gambaran SDSB semacam TOGEL yang mendapat ijin resmi dari pemerintah.

Sebelum dilarang SDSB, kebiasaan warga di RT gw sering ngumpul di jalan nunggu koran tertentu yang ngasih gambar kode kode yang bisa di interprestasikan jadi angka.

Banyak juga yang bahas "mimpi" dan direlasikan dengan kitab suci primbon untuk menerjemahkan mimpi dengan angka tertentu.

Ada juga yang random nanya ke anak kecil,

"angka berapa?"

Angka yang didapatkan tadi dirumuskan entah bagaimana carannya untuk bisa langsung di pasang membeli kupon undian tebak angka SDSB.

Tapi jangan salah sangka, banyak banget cerita sukses dari hasil diskusi angka di jalan, karena mereka yang gagal gak akan pernah cerita, jadi kita cuma denger cerita sukses aja.

Jangan heran juga kalau ada anak itu-itu aja yang ditanya angka terus, kemungkinan dia pernah tepat ngasih tau angka dan yang masang dapet beneran.

Pada tahun 90an anak kecil macam gw juga udah biasa ngocok kartu dan kita lihai maen berbagai macam permainan kartu, sebut aja gaple, remi, 41 sampai yang paling sederhana kyu-kyu.

Darimana kita dapet kartu kayak gitu?, biasanya dari pertandingan bapak-bapak semalam sebelumnya, setelah mereka selesai main dan gak dipake lagi, maka kartunya kita ambil, gantian anak kecil kan juga harus mempersiapkan diri sebelum menjadi dewasa, bagusnya kita gak pake duit karena emang gak punya duit.

Gundu atau kelereng kalau udah bosen kita maenin kita pake tarohan tebak angka, dan serunya bisa dimaenkan lebih dari dua orang. Caranya yang mau ikut tarohan menggenggam sejumlah kelereng di tangan, lalu dikumpulkan bersama dan kita menebak jumlah kelereng yang kita kumpulkan, tentunya yang jawabannya benar mengambil semua kelereng dengan bahagia.

Biasanya pemenang tarohan yang punya banyak kelereng akan menjual kembali kelereng on the spot untuk mendapatkan uang cash, mungkin uanganya bisa untuk membeli gulali di tukang klotokan.

Bukan cuma kelereng tapi koleksi gambaran gunung kelud yang kita punya juga bisa dijadikan ajang taruhan dengan permainan subaran dan teplokan.

Uniknya untuk kelereng dan gambaran kita sadar dan tau kalau yang kita lakukan adalah judi dan dosa, isu yang beredar kalau melewati bulan Ramadhan kita gak boleh maen kayak gitu dulu, dan kita harus mengubur kelereng dan gambaran kita dalam tanah untuk menggugurkan dosa.

Maka kita masukan kelereng dan gambaran kedalam kaleng lalu kita kubur di kebon kosong dan kita akan buka lagi setelah Ramadhan selesai.

Uniknya.. setelah Ramadhan selesai dan saat kita bongkar kembali ternyata kaleng tersebut isinya kosong, ada yang bilang kalau kalengnya kosong berarti dosa kita sudah hilang, mau gimana lagi.. waktu itu sie gw percaya.

#GakBerhentiDisiniLove90

Share this:

CONVERSATION

9 comments:

Fazzams mengatakan...

Hahaha, iya, banyak permaianan masa kecil yang tidak disadari itu adalah bagian dari judi. Untung belum baligh :P

Puput mengatakan...

:p diajarin dari kecil

Andi Nugraha mengatakan...

Mana suaranya anak 90.an.. :D

Niki Setiawan mengatakan...

Keren tuh gundu ma gambaran dibuat movienya
"Gundu gambaran bangkit dari kubur part 1"

Andi mengatakan...

jadi inget dulu sering main kyu-kyu pake taruhan gambaran
kalo menang gambarannya di jual ke temen

Puput mengatakan...

kaaaan seangkatan kita :D

Puput mengatakan...

kayaknya gw gak bakal nonton nie kalo ada.. "takut"

Puput mengatakan...

:p hening, gak ada yg mo ngaku

Agusti Muhsy Maghribi mengatakan...

Sekarang dengan berkembangnya zaman terlihat memprihatinkan, semoga Allah selalu menjaga keimanan, akal, akhlak, serta budi pekerti kita semua.