Mencoba Kepiting Dancing Crab Kuningan

Kepitingnya yang joged atau kita yang joged?


Sudah lama bini gw minta ditraktir makan kepiting, entah dapet ide dari mana pokoknya pengen makan kepiting.

Gw sendiri bukan orang yang hobi makan kepiting, karena makan kepiting ribet banget, gak kayak makan bakso tinggal nyendok, gigit, langsung kenyang dan enak.

Makan kepiting perlu skill khusus, harus bisa nyungkil-nyungkil daging yang nyelip di cangkang keras kepiting, memang disediakan capitan besi buat mecahin cangkangnya, tapi udah susah payah mecahin cangkang, udah capek nyungkil dangingnya, keringetan, pegel pegel, lah kok dapet dagingnya kecil banget, gak sebanding dengan pengorbanannya.

Tapi karena bini yang minta, maka apapun itu akan sebanding dengan pengorbanannya, karena gw gak mau malemnya tidur di sofa sendirian.

Browsing warung yang jual kepiting di selatan jakarta, gw nemu dancing crab yang ada di lotte shopping avenue kuningan, lokasi dancing crab ada di lantai 4 nya, posisi waktu gw makan disana, dancing crab persis bersebelahan dengan burger king.

Disebelah pintu masuknya ada gambar kepiting besar dengan tulisan dancing crab, pintu masuknya tidak terlalu besar karena disebelah pintu masuk sudah ada bangku sofa yang berjejeran horizontal, jadi membuat kesan ruangan dancing crab yang sempit.

Tapi jangan langsung berfikiran seperti itu, karena kalau kita bersabar sebentar dan mau masuk ke dancing crab lebih dalam, kita akan menemukan ruangan yang besar, banyak tersebar meja panjang dengan pasangan bangku kecilnya dimana mana.

Sebagai saran, kalau hari sudah sore menjelang malam lebih bagus mengambil posisi duduk dekat jendela, karena kita bisa melihat pemandangan malam jalan raya jakarta, makan kepiting sambil lihat pemandangan macet, pemandangan yang bagus bukan? eh.. bukan ya.

Karena gw bawa anak kecil umur 2 tahun, maka gw langsung ambil posisi yang ad sofanya, biar anak bisa di apit dan tidak keluyuran main kemana-mana, untuk anak, gw beliin ayam goreng dari toko sebelah, karena menu dancing crab gak cocok buat anak gw.

Yang unik dari dancing crab adalah penyajiannya, sebelum kepitingnya di hidangkan, meja kita dilapisi dahulu dengan serbet kertas minyak besar, yang menutupi seluruh meja, awalnya kita penasaran dengan maksud menutupi meja seluruhnya dengan kertas minyak.

Tapi setelah kepiting dihidangkan kita baru manggut2 tanda paham, karena kepitingnya tidak dihidangkan di piring, kepitingnya langsung dihidangkan di meja kita, persis didepan kita, dan hanya di alasi oleh kertas minyak tadi.

Langsung aja kita santap kepiting bumbu pedas yang kita pesan tadi, gw lupa mesen bumbu apa, tapi waktu pesen tadi gw minta bumbu lada hitam, karena gak jual bumbu lada hitam jadi kita pesen bumbu pokoknya yang pedas.

Rasa pedasnya pas, kalau gw bilang bumbunya enak, kalau kepitingnya kata bini gw enak, kalo gw bilang kepitingnya nyusahin, jadi bini gw yg pegang pemecah cangkangnya dan gw tinggal makan kepiting sambil nyuapin anak.

Kepitingnya sendiri dihargai berdasarkan gram nya, kalau gak salah 50rb per 100 gramnya, dan kisaran 1 kepiting sekitar 700 gram, jadi rata2 kepitingnya 1 ekor sekitar 350rb rupiah.

Selain kepiting, gw pesan kentang goreng sebagai pendamping, gw gak gitu paham bumbu kentang gorengnya.. kalau gak salah ada kata-kata kajun di kentang gorengnya, untuk minuman kita pesen teh manis dan jus apel.

Kebetulan lagi ada promo kartu kredit BCA 20%, jadi gw dapet potongan yang lumayan waktu bayar pake kartu kredit BCA.

Keseluruhan pengalaman makan di dancing crab cukup menyenangkan, selain gw bisa liat kepiting dihidangkan tanpa pirang, setidaknya malam itu gw gak tidur di sofa sendirian.

Share this:

CONVERSATION

1 comments: