Nenek Hebat dari Saga


Aku pikir gak ada salahnya mengisi perut di Mall Ambasador, lumayan peret kan? dari jam 9 sampe jam 12+ cuma kena air putih aja, lagi pula di kelas rasanya gak sopan buat ngemil sendirian, sementara yang lain konsentrasi "xuexi hanyu", lagi pula jarak ke Mall Ambasador cuma beberapa ratus meter lagi.

Sedikit saran kalo lagi makan di Food Court jembatan Mall Ambasador, "jangan mudah tergoda dengan warung pertama", fokus saja sama apa yang ingin kita makan, jangan sampai waktu pesanan kita datang, kita clingak clinguk dan melihat ada "Nasi Bakar" diwarung sebelah, karena bagaimanapun kerasnya kita berkhayal, rasa mie ayam gak akan sama dengan rasa "Nasi Bakar".

Cuci mata boleh-boleh aja, tapi tetap teguhkan hati, mantapkan batin dan jaga isi dompet selalu di Mall Ambasador, karena aksesoris dan gadget baru selalu bisa menjadi oasis di padang gurun, bahkan aku hampir berhalusinasi melihat Dewi Persik memanggil mangil namaku di Stand Samsung.

Paling aman kita berlindung di bawah naungan Toko Buku, aku lihat cover buku yang menarik di etalase, di gambar covernya ada seorang nenek dan anak kecil, neneknya mengikatkan tali di badannya sementara itu ujung tali tersebut terdapat magnet.

Bayak orang bilang "Don't judge book by it's cover" tapi buat ku, "it's cover is all the book" hanya cover yang menarik yang membuat ku melihat sebagian isi dari buku, dan memang iya "Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga" memang buku yang layak untuk di baca.

Bercerita tentang anak kecil yang terpaksa atau lebih tepatnya di paksa oleh keluarganya untuk tinggal dengan neneknya, dengan latar belakang setelah kejadian Bom Hiroshima. Uniknya sang penulis -Yoshichi Shimada- adalah anak kecil tersebut, yang saat ini berprofesi menjadi komedian di stasiun TV Jepang.

Buku tersebut mempunyai alur cerita yang bagus, mengalir dari anak itu SD sampai lulus SMP, kadang terdapat sedikit flashback yang menjadi perekat cerita. Karena latar belakang penulis yang komedian maka kita pun akan dibuat tertawa oleh buku ini, walaupun kejadiannya menyedihkan, tapi kita bisa dibuatnya tersenyum oleh tulisannya.

Dimulai dari dia yang ditipu oleh ibunya, disuruh berpakaian rapih untuk mengantar bibinya pulang ke Saga, tiba-tiba ibunya mendorong dia jatuh masuk kedalam kereta, sampai kereta tersebut tiba di Saga, dan dia bertemu dengan neneknya.

Pertemuan dengan neneknya pun tidak dia sangka-sangka, seketika dia langsung di diajari membuat api untuk menanak nasi sendiri, karena neneknya harus berangkat kerja pagi-pagi sekali, dan dimulai lah petualangan hidup dia dengan neneknya.

Bocah itupun langsung menjadi kagum dengan kehebatan neneknya bertahan hidup dalam kemiskinan, dengan cara unik yang sama sekali dia belum tahu, seperti punya supermarket sendiri di sungai belakang rumah, meramalkan akan datang sandal sebelah dalam 2-3 hari, walaupun miskin dia tetap bisa makan lobster, walaupun akhirnya pada saat pemeriksaan gizi, guru sekolahnya harus datang kerumah karena tidak percaya, dan sang nenek berkata kalau itu hanya udang karang sambil tertawa tawa, lagipula sang bocah belum pernah makan lobster jadi tidak tahu bedanya.

Dan beberapa tips hidup dari Nenek Osano!

Jangan bicara sedih di malah hari,
Kisah sulit bila dibicarakan siang hari, tidak akan terasa sulit.

Sampai mati manusia harus punya mimpi!
kalau tidak terkabul, bagaimanapun itukan cuma mimpi.

Jangan terlalu rajin belajar!
Bisa-bisa nanti jadi kebiasaan. [:p yang ini bikin gw ketawa]



Share this:

CONVERSATION

11 comments:

niQue mengatakan...

hahaha betul itu??? dibilangnya jangan rajin belajar? saya hampir membelikan buku ini buat ponakan karena tulisanmu, tapi klo betul ada tulisan jangan rajin belajar, huaah mesti dipikir lagi deh hehehe ...

Puput mengatakan...

@niQue
:p iya pasti kalo di kasi ke anak sd/smp bakal jadi alesan sejadi jadinya tuh :p "jangan rajin belajar"

Takuya mengatakan...

mau beli, beliin! beliin! *ini mimpi saya, kira-kira tercapai ga ya*

Puput mengatakan...

@Takuya
jangan khawatir kalau gak tercapai, lagi pula itu kan cuma mimpi :D

cominica mengatakan...

aku jadi pengen beli buku ini deh, sering liat di gramed :D

cominica.net

Puput mengatakan...

@cominica
belilah.. layak di baca kok bukunya :p

Zee mengatakan...

Hahahaa...
Kayaknya menarik ya ceritanya. Jepang memang punya banyak pelajaran hidup yg bisa dijadikan cerita.
Suka deh sama tips-tipsnya.
Terutama yg rajin belajar. Menurutku kebanyakan belajar bisa bikin stress, ujung2nya bunuh diri karena stress. Lumrah di Jepang dan Korea kayaknya.
Jadi belajar rajin tp senang2 juga harus. Seimbang.

Puput mengatakan...

@zee
ho oh, harus seimbang, jadi maiiiiiiiiin :p

Anonim mengatakan...

pinjeeemmmmmmmm maseeeehhh

Puput mengatakan...

@anonim
beli kale

Belajar Photoshop mengatakan...

makin banyak pe er tuk ke gramed nii :( makasii info nya ;)