Bukit Tinggi Lewat Instagram



Perjalanan dari Dumai ke Bukit tinggi kemarin kurang sempurna dokumentasi pribadinya, karena baru gw ambil gambar sewaktu sampai di Kelok 9.

A post shared by puputse (@puputse) on

Setelah menginap semalam di Hotel sekitaran Bukit tinggi, rombongan gw langsung menuju daerah Baso, sebuah kecamatan di daerah Bukit Tinggi. Langsung start gowes menggunakan sepeda gunung untuk menuruni bukit disana.

A post shared by puputse (@puputse) on


Segar dan sehat menuruni bukit, kita langsung dibawa ke kedai kopi yang menyediakan kopi kawa, kopi yang terbuat dari daun kopi direbus seperti teh. Kalau memungkinkan akan gw akan ulas khusus tentang kopi special ini. Kopi Kawa.

A post shared by puputse (@puputse) on


Dilanjutkan gowes on road sampai Istana Pagaruyung. Disana kita disambut dengan hidangan bajamba, hidangan khusus untuk tamu para raja. Diawali dengan berbalas pantun atau salam menggunakan bahasa minang yang sangaaaaat lama, akhirnya gw bisa menyantap rendang asli dari Bukit Tinggi.

A post shared by puputse (@puputse) on

A post shared by puputse (@puputse) on


Perjalanan berlanjut ke Padang Mangateh, pertenarkan sapi dengan padang yang sangat luas, isinya buanyak sapi murni. Tapi butuh perjalanan cukup melelahkan untuk melihat sapi.


A post shared by puputse (@puputse) on

A post shared by puputse (@puputse) on

Diakhiri dengan bersenang senang di Lembah Harau, lembah dengan spot air terjun yang cantik.


A post shared by puputse (@puputse) on

Btw, instagram di atas emang banyak foto yang kurang pantas, karena 75% adalah muka gw dan hanya menyisakan 25% untuk pemandangannya. Seandainya setelah baca blog ini mengalami kurang darah dan pusing-pusing, segeralah konsultasi dengan dokter puskesmas ya.

logoblog

Share this:

CONVERSATION

1 comments:

  1. engggaaaak, kelok 9 glinding pake roda 4, blom pake sepeda :D wakkaka ampun kalo mulai dari sana

    BalasHapus