Pengannya Mirip Dengan AS?


Alis sebelah kanan gw langsung gatel setelah baca berita di detik.com, isinya kutipan bapak Fahri Hamzah seorang wakil ketua DPR yang saat itu menginginkan banyak gedung parlemen kayak di Amerika.  Tapi setelah gw baca kalimat beliau yang dikutip oleh detik.com secara seksama dan mencoba mendalami maksud dari beliau, berangsur gatel yang ada di alis sebelah kanan gw bertahap mereda.

Gw coba memahami maksud beliau, memang faktanya pak Fahri Hamzah adalah seorang wakil ketua DPR yang memang berkerja di lingkungan komplek parlemen, setiap hari pastinya dia berkerja keras di lingkungan tersebut untuk membentuk banyak kebijakan rakyat. Maka sangat wajar sekali apabila dia menginginkan komplek parlemen tersebut menjadi lebih baik dengan membandingkan komplek sama yang berada di Amerika. Untuk itu gw bisa paham kenapa dia menginginkan komplek yang lebih baik dari pada sekarang.

Kalau saja yang di ajak rapat adalah pelajar SMA, yang setiap harinya kesulitan mengakses sekolahnya, banjir, jembatan gak layak pakai, naik perahu, jalan jauh ataupun sekolahan dengan prasarana kurang mencukupi. Pastinya pelajar tersebut juga akan membandingkan sekolahnya dengan fasilitas sekolah yang ada di Amerika juga. Gedung besar dengan fasilitas olah raga yang memadai, bus jemputan, kantin untuk makan siang yang baik, baju boleh bebas, boleh gondrong dan materi pelajaran mumpuni dan juga memiliki guru bahasa Inggris yang "native".

Bagaimana kalau para tukang bakso yang diajak rapat, menurut gw mereka pasti akan menyamakan juga dengan Amerika, karena Amerika adalah ukuran keberhasilan bagi kita. Mereka pasti akan menyamakan dan berandai-andai kalau saja pelanggan bakso di Indonesia seperti penganggan yang ada di Amerika, pasti gak akan minta nambah kuah bakso seenaknya, minta tetelan dilebihin, gak akan ngabisin sambel cabe uleknya, dan yang paling ultimate adalah pelanggan bakso di Amerika akan menggunakan saos sambal secukupnya.

Paling bahagia adalah tukang gorengan kalo diajak rapat, dia pasti juga menginginkan nama dagangannya seperti yang ada di Amerika, tahu goreng menjadi "deep fried tofu stuffed with been sprouts", tahu bulat menjadi "round tofu fried with surprise". Karena semua ingin... round tofu fried with surprise.

Share this:

CONVERSATION

5 comments:

Yudha Prawira Wibisana mengatakan...

kalo yang diajak guru gimana bang? hehe

puput setiyawan mengatakan...

kalo guru juga pengen murid2nya kayak yg di Amerika.. soalnya di Indonesia muridnya kalo kencing berlari lari.. blepetan broh

ahmad fauzi mengatakan...

kacau sih itu mah, yang minta tetelannya ditambah.

tapi ya. kenapa yang diikutin malah hal'' yg kayak gitu. enggak mengadopsi sifat orang barat yang tipikal pekerja keras dan bahkan menjaga kebersihan. malah meniru sifat'' hedonnya. ah, emang susah sih nih jiwa'' penikmat tetelan tambahan tanpa mengeluarkan uang lebih

Ratu Kupret mengatakan...

nah kalo kuli bangunan ama tukang kayu seperti di amerika mantep tuh yah :D heheh musti berlisensi segala..

puput setiyawan mengatakan...

@ahmad fauzi
di mesir ada gak bro. tetelan

@ratu kupret
nah nah... itu mah beneran keren