Cinderela di Tepi Jalan


Setelah ditinggal ayahnya ke Korea, cinderela dipaksa mengerjakan semua pekerjaan rumah oleh ibu tirinya.

Saat cinderela mencuci, dia menghilangkan selendang sutra, kebetulan selendang yang hilang tersebut dapat menyelamatkan seorang anak pak lurah yang tampan.

Berjanji akan menikahi pemilih selendang sutra, anak pak lurah berkeliling kampung mencari pemilik selendang sutra.

Dan ternyata selendang sutra tersebut pemiliknya adalah ibu tiri cinderela.

Anak pak lurah dan ibu tiri menikah, lalu bahagia bersama.


Cinderela di Tepi Jalan


Ayah cinderela kaget 1/2 mati saat pulang ke rumah, setelah mengetahui istrinya menikah lagi tanpa persetujuannya.

Padahal ayah cinderela sudah mengumpulkan uang sangat banyak yang dibawa ke Indonesia, dan baru dipakai 1/2 nya untuk memperbaiki hidung, meruncingkan dagu dan menyulam bibir di korea, sebagai oleh oleh keluarga di Indonesia.

Saudara tiri cinderela yang belum menikah juga kecewa kepada ibunya, dia lantas mendekati ayah cinderela yang saat ini sudah mirip Won Bin, mereka jatuh cinta dan menikah.

Cinderela semakin tidak paham kondisi keluarganya, apalagi saat menghadiri kondangan ayahnya, kepalanya terasa pening saat memikirkan, berapa dia harus mengisi amplop kondangannya.

Dengan keyakinan teguh, cinderela berniat kabur dari rumah setelah mencoba kambing guling di kondangan ayahnya, tapi karena antriannya penuh, cinderela mampir dulu ke gubuk bakso yang tidak ramai, dan saat kembali ke gubuk kambing guling, cinderela menemukan kambing gulingnya sudah habis.

Air mata menetes dan mengalir melewati pipi, dengan lemah, cinderela mengangkat tangan untuk mengusap air matanya, dan dia jilat air mata yang ada di tangannya.

"jadi.. beginilah rasanya.. kesedihanku.."

.....

"asin.."

Cinderela pun duduk terpaku dan hanya bisa diam, dia langsung memesan ojek online untuk kabur dari rumah, sambil menunggu ojek online, dia mengambil es doger, dan menikmati es tersebut sambil sesekali merasakan air matanya kembali.

"asin.."

Belum habis es doger, ojek online langsung datang dan menyapanya,

"mbak cinderela?" sambil membuka helm

"iya betul.. ayo mas cepat!!!" cinderela menarik tukang ojek online dengan terburu buru.

Cinderela dengan sigap mengeluarkan kupon souvenir, dan langsung menyerahkannya ke penjaga counter souvenir,

"mau foto dong!!"

Cinderela dan mas ojek online berfoto berdua di booth yang disediakan oleh pernihakan ayahnya sebagai souvenir.

Untuk aksesoris foto, cinderela menggunakan rambut kribo palsu warna biru lalu memakaikan topi pak tani kepada mas ojek online, sambil mengambil semangkok bakso dari tangan mas ojek online,

"saya buru-buru mas.. tolong di hargai" cinderela sedikit kesal

"maaf mbak.. gak akan saya ulangi" sambil memberikan sendok bakso, karena cinderela hanya mengambil mangkoknya saja

Setelah selesai foto, cinderela langsung berlari menuju motor ojek online sambil berteriak,

"mas ojek onlineeee.... cepetan.. gak usah ngantri es doger dulu... saya buru-buru!!!!!!!"

Tanpa pikir panjang, mas ojek online meninggalkan antrian es doger,  menyambar air putih yang disediakan dan langsung meminumnya, menghilangkan seret di tenggorokan akibat bakso yang dia makan sebelumnya.

Sebelum berangkat pergi, Cinderela memandangi lagi acara pernikahan ayahnya, dia kembali menitikan air mata, karena sadar kalau dia lupa mengambil souvenir fotonya, souvenir foto butuh waktu lama untuk pencetakannya.

"Jalan maaaas!!!" perintah cinderela tanpa peduli

Tukang ojek online pun memacu kendaraannya, membawa cinderela bersama dengan kesedihannya kesuatu tempat, dimana cinderela akan berjuang melupakan semuanya, terutama kambing guling.

Selanjutnya, Cinderela menjual nuraninya untuk menjadi timun mas.

Share this:

CONVERSATION

45 comments:

Niki Setiawan mengatakan...

sedih kisahnya... mengharukan

Puput mengatakan...

you feel it to don't you

Pengobatan Miom mengatakan...

mengharukan :)

Dwi Sugiarto mengatakan...

Jadi endingnya gimana nih kenapa ada dipinggir jalan?

Muhae Man mengatakan...

kelam banget ya keluarga cinderela hahaha ini cerita cinderela kemana mana hahaha

Puput mengatakan...

kehidupan nyata memang kelam

Puput mengatakan...

cinderela kabur, dia di tepi jalan persimpangan, antara mengundurkan diri atau mempertahankan jabatan keluarga

Puput mengatakan...

meneteskan air maka gak

Innnayah mengatakan...

ngelindur?

Puput mengatakan...

udah bangun kok :D

anggi dyla mengatakan...

mbak cindi nya blm ketemu pangerang??

Djangkaru Bumi mengatakan...

Aku bacanya bingung nih, kemana arah andingnya dan alur ceritanya. Ini cindera yang mau nikah atau ayahnya yang mau nikah ? atau kambing gulingnya sudah terlanjur menjadi guling ?
Sebentar aku butuh waktu sejenak untuk memahami alur cerita ini.

Puput mengatakan...

perjalanan seorang manusia di persimpangan, mempertahankan atau melepas segalanya..

Puput mengatakan...

as soon as possible.. my friend

Fraizer Blog mengatakan...

kayaknya jalan hidup cinderella kelam gara-gara ibu peri lagi pulang kampung...

Ayu Citraningtias mengatakan...

murni fiksi atau konotasi? dibaca baca kayak sinetron endonesa haha

Puput mengatakan...

ibu peri gak bantu apapun

Puput mengatakan...

murni fiksi yang berkonotasi

Wky Barcelonista mengatakan...

wawww, bagus ceritanya, menyayat hati..

TABUH GONG mengatakan...

Nice story

astin mengatakan...

es doger kan enak ya

Puput mengatakan...

wew.. hati siapa nie :D

Puput mengatakan...

Thanks salam kenal

Puput mengatakan...

lengin enak setelah kambing guling,

Muhammad Adam Hussein, SPd, CM mengatakan...

Wah ini cerbung nih yang terus berkelanjutan. Bagus sekali pas baca dialognya sangat ekspresif.

Tapi sayang loh ga dibukuin, padahal dibukuin kan bagus jadi penghasilan.

Coba aja diterbitkan di google play, atau mau dibantu silahkan saya siap.

yudha prawira Wibisana mengatakan...

nyesek bacanya. *baca lewat hp di dalam KRL yang lagi penuh

Choirul Huda mengatakan...

sampe sekarang masih mencerna isi ceritanya mas
maklum, kurang hobi fiksi sih
tapi kayaknya ini kisah satir ya?

Heru 'Siuplug' mengatakan...

hidupmu ruwet sekali ya bang, seruwet kisan ini, hadeh

Puput mengatakan...

iyaaa rencananya berkelanjutan, tapi kayaknya sulit dicerna kalau dari response pembaca.. :( hihihihi

Puput mengatakan...

wakkaka kalau KRL penuh memang nyesek

Puput mengatakan...

berbeda2, tergantung situasi dan kondisi, kalau yg ini menggambarkan current event :p

Puput mengatakan...

wakakkaka.. nasib nasib

Heru 'Siuplug' mengatakan...

semoga lekas sembuh

Puput mengatakan...

Greeen :D

Nita Sintia mengatakan...

Coming soon : cinderella cinlok sama abang ojeg online -

Puput mengatakan...

:D gak sampe sedeket itu kok kekekekkeke

Deva Fredeva mengatakan...

BHAHAHAHANGKAAIII. Ini kenapa ceritanya di remix gini sih udah kayak DWP :'DDD

Puput mengatakan...

wehehehe.. DWP.. Dangdut Warung Pojok.. Hastag #DWP

salaminzaghi mengatakan...

ini cerita cinderellanya random banget =_=

Puput mengatakan...

sedikiiiiiiit aja

Yoga Akbar Sholihin mengatakan...

CERITA MACAM APA INIIIHHHH? LUAR BIASA!

Bener-bener bikin bingung. Dan absurd sekaleeehhh. Bahaha.

Puput mengatakan...

:D runyam lah pokoknya

Puput mengatakan...

:D runyam lah pokoknya

Nathalia DP mengatakan...

Kocak

Puput mengatakan...

:D