Download File Tutorial di File puputoce

Senin, 26 Juli 2010

Memprediksi Koki Masa Depan

Urusan sama Perut emang gak ada matinya, Gw masih inget acara masak memasak pertama di TV Indonesia, acaranya di ambil dari acara luar negri. Bahasanya pake bahasa ingris dan ada text di bawah layar TV nya.

Sangking barunya acara masak memasak, sampe gw juga nonton acara kayak gituan, padahal ngerti juga enggak, tapi karena itu acara baru rasanya ada sesuatu yang menarik untuk di lihat, biasalah sifat alami manusia, penasaran.

Mungkin karena acara tersebut nggak kena banget sama kebudayaan Indonesia, jadi gak bisa bertahan lama, terang aja gak tahan lama, kayaknya susah kalo jaman dulu nyokap gw ncatet resep di TV, trus dateng ke Pasar Minggu buat cari bahan bahannya, yang jual bakal geleng geleng kepala sambil bilang “no way, no way.. we are freedom country”.

Untuk mengisi kekosongan, maka munculah bintang koki yang baru di Indonesia. Rudi Choirudin, dan lumayan bertahan lama tuh, sukses lah pokoknya, kalo gak salah jadi memicu acara masak memasak lain di Indonesia, tapi yang paling terkenal ya cuma Rudi Choirudin.

Gak selang lama, muncul bu Sisca Soewitomo, dan ibu yang satu ini kayaknya paling ahli bikin kue, soalnya kalo liat dia bikin kue, bueeeeeeh bikin adonannya mantap, penuh percaya diri dan keyakinan teguh pol. Pokoknya maen campur adonan, di ulet ulet, di bolak balik, masukin oven. Gak sampe 30 detik, kuenya jadi.

Gak lupa juga, kadang mereka bawa bintang tamu Selebritis Indonesia untuk bikin pemanis acara, mungkin karena berhasil dan manis, menjadi pememicu beberapa acara masak memasak lain yang kokinya selebritis. Nah yang ini agak blur nieh, gw pernah inget tapi kok gak inget banget selebritisnya siapa yah, anggep aja Hoax deh.

Ternyata ada masanya juga dimana acara masak tersebut seperti hilang di telan Sinetron, tapi sekarang muncul lagi dengan format yang sedikit lebih fresh dan yes, yang tenar sekarang itu jamannya Koki yang sexy, salah satunya Farah Quinn, nama yang sedikit asing dengan body semampai bikin gebrakan baru di dunia masak memasak, kalo yang cowok kayaknya lagi in si Bara Pattiradjawane yang temanya masak seru.

Karena itu pulalah gw kemaren gak sengaja liat acara masak memasak yang kokinya cewek sexy juga, namanya lupa tapi bisa di bilang sexy, baju tipis dengan bonus belahan dada, ngomongnya bule banget pokoknya slightly yes and slightly no lah.

Dari masa ke masa gw udah liat perkembangan para koki, sekarang gw mau memprediksi koki masa depan, menurut gw koki masa depan yang akan tenar dan buming adalah koki orang tua, atau yang biasa di sebut senior citizen.

Temanya Secret Receipy, orang tua entah itu nenek atau kakek yang pake baju daerah, sukanya keliling kota Indonesia untuk mencoba memasak masakan yang paling terkenal di daerah tersebut, ceritanya petualang tua yang mencari kepuasan dalam memasak dan tidak lupa di beri sentuhan mistis, biar lebih greng.

Kalo prediksi gw bener, kita tunggu saja sampai kapan Farah Quinn tergantikan sama nenek tua untuk memandu acara tersebut, atau jangan jangan Farah Quinn bakal tua dan tetep mandu acara masak memasak, dan dia tetep jadi trend di acara masak memasak walaupun sudah tua, Who knows lah.

Karena sekarang lagi tenar koki sexy, gw punya sedikit resep buat tampil sexy, berdasarkan pengamatan sembarangan yang gw lakukan dari kemaren.

Sebenernya gampang kok keliatan sexy, kalo yang gw perhatiin mereka tuh punya ciri khas yang sama untuk tampil sexy, mendangakkan muka ke atas sedikit, membuka bibir perlahan, buka maksimal 2 cm saja, jangan sampe mangap kelebaran, lalu sayukan mata 20 % saja perhatikan dan rasakan mata anda jangan sampai terlalu sayu. dan tampilan seperti ini terlihat lebih sexy apabila dilihat dari samping, Jangan juga berlebihan yah, mentang mentang lebih sexy dari samping terus pada jalann nyamping kaya kepiting.

Selasa, 20 Juli 2010

Pulang Kantor


Sudah tidak ada suara, sepi dan sunyi. Gw duduk di kubikal kecil bernuansa hijau, ditemani sama laptop dan tumpukan kertas yang berserakan di sisi meja.

Sudah jam 9 pikir gw, sambil memutar kepala melihat keliling ruangan sebesar 20 x 20 Meter, Gak ada orang lagi, bener bener cuma gw sendirian. Rasanya sangat nyaman dan gw bener bener menikmati pelukan sunyi ruangan ini.

Gw masih inget, orang terakhir yang keluar ruangan dan meninggalkan gw sendirian, seorang konsultan yang sedang menunggu arus jalan raya agar sedikit lebih sepi, agar dia bisa berkendara senyaman mungkin sampai kerumah. Selepas dia pergi, ruangan menjadi sangat hening dan sunyi, tidak ada lagi bunyi kutak kutik keyboard yang berasal dari laptopnya, sungguh sepi bahkan terlalu sepi.

Seorang diri dalam ruangan yang besar, bisa menimbulkan halusinasi yang terbentuk dari memori kita. Tidak ada siapapun di ruangan besar ini, tapi gw masih bisa mendengar ketukan keyboard yang terdengar jelas dan kadang samar samar, saat gw konsentrasi mencari algoritma terbaik dalam aplikasi yang menjadi tanggung jawab gw, suara ketukan itu menjadi keras dan jelas, masuk kedalam lubang telinga dan menggenggam otak mencari perhatian, seakan ingin berkata dengarkan aku. Tapi suara itu segera hilang setelah gw memusatkan perhatian dan pendengaran ke arah sumber suara tersebut.

Gw yakin itu adalah memori sebelum konsultan tadi meninggalkan ruangan, saat dia masih duduk di ujung sana dan mengetukan jarinya di keyboard, suaranya masuk kedalam otak gw dan menggoreskan data berupa suara suara ketukan. Setelah dia pergi, ruangan menjadi sunyi dan secara liar otak gw kembali membaca goresan data suara di otak, sehingga suara ketukan tersebut terdengar kembali.

Setidaknya itu adalah teori gw, tapi langsung terpatahkan setelah gw coba merenung menjauhkan laptop dari pandangan, mencondongkan pandangan ke atas dan menarik napas panjang, mencoba berbaur dengan suasana sunyi di ruangan, bawalah aku.. aku adalah kesunyian..

Gemercik gorden yang di hembus lembut angin ruangan pun terdengar dengan jelas, mematuk matuk kaca jendela di sisi belakang ruangan ini, berharap ingin keluar dan terbang bebas. Semua benda menjadi berdecit, menjadi jelas dan tidak samar, jeritan daun pintu yang bergantung di engselnya, deru mesin foto copy dan desahan printer yang sedang standby, semuanya terdengar sangat jelas dan sangat dekat. Gw harus pulang

Gw masukan laptop dan charger kedalam tas, mengangangkatnya dan meletakan di punggung, memutar kepala sekali lagi melihat sekeliling ruangan. Menarik napas panjang dan berjalan menuju pintu keluar, menuju koridor sepanjang 20 Meter, gw tengokan kepala untuk melihat pintu kaca di ujung koridor yang sudah terkunci, terlihat ruangan jembatan penghubung yang sudah gelap, Dan bergegas berjalan menuju Lift.

Ruangan lift di gedung ini tidak begitu besar, di ruangan 3 x 6 meter tersebut terdapat 3 buah Lift yang tidak beroperasi sebagian, karena penghematan listrik maka hanya ada 1 lift yang beroperasi, begitu juga dengan lampu di ruangan tersebut, di padamkan.

Satu satunya sumber cahaya adalah lampu koridor di belakang ruangan Lift, karena pintu ruangan lift berupa 2 lembar kaca, maka cahaya dari luar dapat masuk dan menerangi sebagain ruangan lift ini, kecuali pojokan di sebelah kanan, tempat alat absensi berdiri.

Rasanya lama sekali menunggu lift turun menyambangi lantai gw, tanda panah lift yang mengarah bawah menunjukan lift sedang berada di lantai atas menuju ke bawah, mungkin habis mengantarkan security yang sedang melakukan cek rutin ke setiap lantai.

Berhenti, lift akhirnya berhenti di lantai gw, terbuka dan gw melihat ruangan lift yang kosong. Gw berhenti sebentar di depan lift, melihat setiap pojokan dari ruangan lift tersebut dan melangkahkan kaki secara hati hati, gw paling gak suka kalau ada orang yang naik lift sembarangan, apalagi bercanda sambil lompat lompat di lift, Itu tidak lucu.

Berdiri persis di depan pintu saat lift menutup untuk bergerak turun, tampaknya gw sendirian di lift ini, gw lihat kebelakang, dan ternyata benar gw hanya sendirian, ada perasaan aneh kalau gw diri di depan pintu lift, ruangan lift yang kosong di belakang gw, menimbulkan misteri tersendiri. Seakan ada seorang nenek nenek tua memakai tongkat yang berdiri di belakang gw, memandang belakang kepala gw tanpa rasa.

Untuk menghindari rasa misterius terhadap ruang kosong di lift, kadang gw bersender kebelakang lift, sehingga gw bisa lihat seluruh ruangan lift yang kosong itu, dan tidak ada lagi ruangan kosong yang tidak terlihat oleh gw. Tapi kali ini gw tetap di depan pintu lift, membiarkan ruangan kosong di belakang gw tidak nampak oleh mata, membiarkan ilusi bergerak liar membentuk nenek nenek tua memakai tongkat, dan membiarkan dia menemani selama gw di dalam lift, ternyata rasanya sangat nyaman seakan kita saling mengerti dan saling menjaga.

Lift telah mencapai lantai dasar, pintu lift pun tebuka, gw melangkah keluar dan memutar kepala kebelakang untuk melihat ruangan lift, dan melihat ruangan lift yang kosong dan sendiri. Entah lega ataupun kecewa, tapi jatung gw berdebar saat gw meliat ruangan kosong itu, seakan gw mengharapkan sesuatu selain ruangan lift yang kosong.

Udara di luar gedung ternyata lebih dingin dari pada udara di dalam gedung, dicampur tiupan angin malam yang membelai dan mengitari leher. Gw harus berjalan sekitar 2 menit untuk sampai ke parkiran, menerjang dinginnya angin malam yang ingin masuk ke sela sela rongga dari baju gw. Seperti hidup dan mencari kehangatan tubuh manusia, apa benar angin adalah udara yang bergerak karena tekanan di sekelilingnya, atau angin adalah mikro organism yang bergerak untuk mencari kehangatan.

Melihat motor gw diparkiran bersama motor yang lain, menandakan masih ada orang yang dikantor yang berjuang menyelesaikan kewajibannya secepat mungkin, gw cari konci motor yang gw simpan di kantung celana, dan menyalakan motor setelah menemukan koncinya. Tersenyum dalam hati memandang motor dan berbisik pelan “Mari kita pulang”.

Sabtu, 17 Juli 2010

Sate Maranggi


Duduk di bangku kayu dengan tangan menempel di meja kayu, membuat gw terbang kembali ke jaman SD, secara tidak langsung bikin tangan gw terlipat sendirinya di atas meja kayu yang dingin karena semburan AC, meletakan kepala di atas tangan dan memejamkan mata sejenak, terlintas bayangan guru matematika berteriak “Puput Bangguuuuuun…..!!!”

“Malem mas” sapa waiter restoran, membuyarkan bayangan SD gw.

“Ini menunya mas, kalau sudah mau pesan panggil saya yah” sambil meletakan 2 lembar menu di meja kayu, dan pergi meninggalkan kita berdua.

“Kita makan apa nie” tanya gw sambil nengok ke cewek cantik yang lagi milih menu.

“Terserah kamu aja deh, aku apa aja, kamu aja pilihin aku..!” sambil membalik menu makanan dan melihat menu minuman.

“wokeeeeh…” bales gw penuh senyum

Gw liat ada sate yang namanya agak unik, Maranggi. Harga 25 ribu dapet cuma 10 tusuk, dan satenya segede gaban. Buat minum gw pesen es cendol dan gw pesen juga somay buat cewek gw, kalo minuman dia pesen es air jeruk nipis yang sekilas rasanya mirip air kobokan.

Gak nunggu lama, setelah gw pesen makanannya, beberapa menit langsung di hidangkan pesenan kita, yang paling gw tunggu adalah sate Maranggi, kata “Maranggi” menyalakan lampu dikepala gw, kayak pernah denger tapi dimana dan kapan ?, seperti mimpi dejavu yang terdengar berulang tapi tidak ada satupun yang nyata.

First impesion cukup membuat bibir gw maju mirip suneo di Doraemon, satu tusuknya kecil kecil banget –beda sama gambar di menu-, dan gak ada bumbunya, tidak ada kecap maupun bumbu kacang. Hanya ada sate 10 tusuk di jejer horizontal, 1 mangkok kecil sambel ijo cair, 1 lembar kol dan 2 keping mentimun potong.

Kayaknya gw harus sadar kalo sate Maranggi itu, sate tanpa bumbu kacang ataupun kecap, tapi harga 25 ribu cuma dapet 10 tusuk sate mini haruslah sate yang istimewa. Gw coba tusukan pertama yang terdiri dari 3 potong daging kecil di tusukan dan di dorong ke ujung batang bamboo, rasanya tidak seperti sate yang biasa gw makan, yang pertama terlintas di pikiran gw adalan “Dendeng”, yup rasanya mirip dendeng daging.

Rasa kecut yang kuat di warnai dengan rasa manis yang muncul samar samar membuat gw mengunyah sate ini sedikit lebih lama sebelum menelan dan mendorongnya kedalam kerongkongan gw, sambil membayangkan niat awal si pembuat sate, sebenernya rasa seperti apa yang ingin dia tunjukan kepada kita.

Revolusi informasi membuat yang sulit menjadi mudah, gak sulit buat gw mencari informasi apa dan mengapa si sate Maranggi itu, tinggal buka browser di HP, ketik sate Maranggi di google dan semua informasi sate Maranggi muncul di hadapan gw.

Ternyata benar, sate Maranggi adalah sate daging yang memiliki paduan rasa manis, asam dan pedas. Tapi sate Maranggi yang gw makan ini memiliki rasa asam yang kuat, kalo dari infomasi yang gw dapat asamnya itu dikarenakan cuka lahang –terbuat dari tebu-.

Memang sate Maranggi sate yang instimewa tapi sayangnya gw gak begitu suka, gw gak suka rasa asam manis di dalam daging, rasanya bikin kita mikir sebelum nelen, tapi bagi yang belum pernah coba, gw sarankan coba sate Maranggi, sate yang berbeda dari sate bumbu kacang atau kecap yang biasa beredar di Jakarta, siapa tau rasanya cocok buat anda.

Gw makan cendolnya ah…