
Sering telat ke kantor atau sekolah ? kalau jawaban anda “tidak” itu bagus tapi kalau jawaban anda “ya” bagus juga sie, bagusnya yang telat bukan saya *joke garing*.
Masih terngiang di telinga sebelah kanan saya, teriakan seorang yang mengaku dari bagian HRD mengeluarkan kata-kata peringatan kepada rekan kerja saya, hanya karena dia telat beberapa menit, sekitar 20 menit kalau tidak salah, dan ini bukan yang pertama kali dia telat dalam 1 bulan itu.
Kontan saja rekan kerja saya curhat mengenai kejadian tersebut,
“parah put gw telat lagi nie, ceklokan gw berdarah darah bulan ini. Udah gitu pagi-pagi buta dapet sarapan dari babe, bijimana nie kira-kira”
“ya bagus menurut gw, pagi ini lo gak usah beli sarapan. Gimana yah kira-kira, beli softex aja deh biar darahnya gak keluar”
“ngehe lo, serius nie gw put”
“yee marah ke gw, gw kan gak telat. Lo udah pasang weker blom, piara ayam kek atau lo tidur aja di mesjid biar di bangunin orang azan subuh”
“weker udah gw pasang, jam juga udah gw cepetin kurang apa lagi coba gw”
“kurang cepet ke kantor”
“asli loe yee, kalo bukan temen udah gw jorokin dari gedung”
“iye sory boz, mendingan lo jangan cepetin jam gak ada gunanya tuh, mendingan lo lambatin tuh jam”
“lho kok gitu put, makin telat dong gw”
“lha kan loe udah biasa telat”
“anjri…..t…..”
“santai boz, gini maksud gw”
Saya menjelaskan ke dia kalau memajukan jam beberapa menit tidak akan mempengaruhi dia berangkat cepat, karena saya yakin dia ingat kalau jamnya sudah di percepat beberapa menit, contoh:
Ada orang yang telah memajukan jamnya sebanyak 30 menit. Status dia masuk kantor jam 8 pagi, perjalanan dari rumah ke kantor memakan waktu 1 jam, maka dia harus berangkat jam 7 teng. Tapi sayangnya atau kemungkinannya pada saat dia lihat jam tangannya dan jam tersebut menunjukan kalau sekarang adalah jam 7 teng, dia sangat ingat kalau dia memajukan jam nya sebanyak 30 menit.
Alhasil dia menghitung dan menganalisa dengan otaknya yang cemerlang kalau pada saat itu masih jam 6.30, karena merasa masih bisa santai dia mungkin akan santai santai dulu sebelum berangkat ke kantor, entah baca Koran atau nonton TV intinya santai santai dulu. Alhasil dia berangkat kantor pada saat jamnya menunjukan 7.30 dan dia tetap tenang tenang saja karena dia ingat kalau dia telah memajukan jamnya sebanyak 30 menit. Jadi intinya memajukan jam tangan malah bikin santai, melupakan segala kemungkinan yang terjadi di perjalanan seperti macet ban gembos dll.
Nah apa bedanya kalau kita memundurkan jam? bedanya adalah tidak ada, kita juga kemungkinan akan tetap ingat kalau jam kita telah dimundurkan, tetapi Karena kita ingat kalau jam kita mundur hal tersebut akan membuat kita tidak santai santai lagi, contoh:
Ada orang yang telah memundurkan jamnya sebanyak 30 menit. Status dia masuk kantor jam 8 pagi, perjalanan dari rumah ke kantor memakan waktu 1 jam, maka dia harus berangkat jam 7 teng. Kemungkinan dia sarapan jam 6.30, tapi pada saat dia melihat jamnya dia ingat kalau jamnya telah dimundurkan dan dengat otaknya yang cemerlang dia sadar kalau sekarang ternyata sudah jam 7 teng. Kemungkinan tanpa ba bi bu be bo dia akan menggas motor dan langsung tergesa gesa berangkat ke kantor, tanpa sarapan tentunya. Intinya memberikan efek kejutan dan moga moga bisa menghindari santai santai karena jam yang di majukan.
“gitu boz maksud gw”
“boleh juga ide lo put, eh tapi kalo gw lupa jam udah di mundurin gmn ? gw bisa telat dong bisa lebih parah malah”
“pasti”
“trus gimana dong put”
“ya gimana lagi, kan udah biasa telat”
“iye iye iye iye, besok gw coba dah. Rese juga lo put”
“nah gitu dong, mendingan lo coba mundurin 15 menit aja dulu, good luck dah”
Ternyata besoknya dia telat lagi, tapi gak parah cuma beberapa detik sekitar 1800 detik mungkin, seperti biasa dia curhat lagi ke saya.
“sama aja put telat juga gw, lupa gw kalo jam udah gw mundurin. Untungnya gak ada babe, gak di semprot gw”
“oh gitu, mendingan lo cari mesjid aja dah, tidur aja di mesjid”
“…………………………”
Sabtu, 26 Juli 2008
Tips mencegah telat ke kantor atau sekolah
Posted by
Puput
at
08:22
21
comments
Labels: Its Puput Normal Day
Selasa, 08 Juli 2008
Tips dan Trik menghemat pulsa HP

Waaaa… pulsa 25rb baru beli kemaren kok tinggal 5rb, apakah anda sering mengeluh seperti itu ? kalo saya dulunya sering, tapi sekarang tidak lagi. Dulunya saya punya masalah dengan yang namanya pulsa HP, ada promosi ataupun tidak hasilnya sama saja, pulsa saya cepet bablasnya. Btw saya menggunakan GSM, dan perlu diinggat kalau saya juga gak pernah ikut sms REG REGan, walaupun iklan sms REG REGan nya dibintangi oleh cewek cantik sexy nan bohai sekalipun saya tidak pernah tertarik.
Pertama kali menemui masalah pulsa yang cepet habis saya kira karena saya selalu beli pulsa yang nanggung yaitu 25rb, akhirnya saya upgrade dengan pulsa 50rb. Ternyata hasilnya sama saja, misalnya pulsa 25rb habis dalam waktu 1 minggu, ternyata pulsa 50rb juga habis dalam 1 minggu. Aneh kan padahal nominalnya lebih besar kok ya bisa bisanya habisnya sama, mungkinkah masalah ini sudah masuk dalam koridor mistik bin klenik.
Akhirnya saya mencoba ber eksperimen dengan rumus matematika populer. Kalau pulsa 25rb adalah variabel X dan 1 minggu adalah variable Y maka X sama dengan Y, kalau X kita kalikan dengan 2 apakah yang terjadi dengan Y, tenyata 2X sama dengan Y. Dapat disimpulkan kalau Y tidak dipengaruhi oleh X.
Lalu saya coba dengan membagi X dengan 5, ternyata 5/X sama dengan Y. Terkejut kan ? ya saya pertama kali terkejut dengan hasil tersebut, saya akan mencoba mengilustrasikannya.
X/5 = Y
25rb/5 = Y
5rb = Y
5rb = 1 minggu
Jadi saya mencoba mengisi pulsa 5rb, ternyata pulsa 5rb tersebut juga tahan untuk 1 minggu. Dari kesimpulan di atas maka ada variable lain selain X dan Y yang mempengaruhi habisnya pulsa, kita sebut saya Z. Variable Z ini berada dalam sisi kejiwaan dan sangat pengaruhi oleh X, Z adalah keinginan untuk menelpon. Jadi semakin besar X atau pulsa anda maka akan menyebabkan Z yaitu keinginan untuk menelpon pun semakin besar.
Untuk menuliskan rumus matematikanya saya mengalami kesulitan, karena saya membutuhkan seseorang yang ahli matematika di tambah dengan ahli kejiwaan, kebetulan saya bukan keduanya dan disini sulit mencarinya. Jadi kita lupakan aja ya :p
Kesimpulan saya kalau kalian ingin menghemat pulsa sebaiknya membeli nominal yang kecil, walaupun dari sisi perhitungan logis nominal lebih kecil bisa lebih mahal dari nominal yang lebih besar, contoh anda beli pulsa 5rb seharga 7rb dan kalau beli pulsa 25rb harga tetap 25rb. Tetapi untuk kedepannya pulsa nominal kecil ternyata dapat lebih hemat dibandingkan dengan nominal yang lebih besar.
Ini juga berlaku buat hal lain lho, seperti :
Sampo, kalau saya beli sampo ukuran besar kadang 1 kali mandi bisa sampoan sampai 2 kali, udah gitu pake samponya banyak banyak. Sedangkan kalau samponya ukuran kecil, ngeluarin samponya cuma seujung kuku saja.
Odol, ini sama juga, kalo yang jumbo odolnya bulu bulu sikat gigi sampe ketutup sama odol, sampe kadang jatuh di lantai kamar mandi, kalau ukuran mini paling cuma di ujung sikat gigi.
Hand body, sabun cair, cream muka, facial foam, saus sambal, kecap botolan, sirup jeruk, sirup strauberi, facial tissue dan lain sebagainya semuanya sama saja. Kalau beli ukuran kecil kedepannya akan lebih hemat, ingat variable Z.
Posted by
Puput
at
03:01
31
comments
Labels: Its Puput Normal Day
Kamis, 03 Juli 2008
Kapan kita seharusnya tidak ke McDonald’s ?

Kita semua tahu kalau McDonald’s adalah restoran cepat saji papan atas di Indonesia, dengan layanan 24 jam berjudul McNight nya menjadikan McDonald’s pilihan untuk melepas dahaga dan lapar kapan pun. Menunya juga bervariasi, selalu muncul inovasi menu baru yang layak untuk di coba, pelayanannya juga gak jelek pelayannya rapih rapih tidak ada yang berantakan dan menyeramkan.
Kalau rasa bisa di bilang OK lah, ayam goreng McDonald’s mempunyai ciri khas tersendiri rasa gurihnya khas McDonald’s. Ice cream nya saya juga suka, menurut saya ice cream McDonald’s paling enak di bandingkan ice cream di restoran cepat saji lainnya. Pokoknya gak ada salahnya kalo kita mau makan dan minum di McDonald’s.
Lalu kapan dong seharusnya kita tidak ke McDonald’s ?
Anda melihat banyak motor di parkir di depan McDonald’s, pada saat anda masuk ternyata anda melihat semua line antrian untuk memesan makanan di McDonald’s penuh semua. Padahal hari itu adalah hari biasa sama dengan hari hari lainnya di kalender, tidak ada yang istimewa di hari dimana tiba tiba McDonald’s penuh sesak.
Anda melihat angota deliveri sangat sibuk sekali, berteriak kesana sini, seperti ada 1 kecamatan yang memesan McDonald’s pada saat itu. Suasana sibuk terasa dimana mana dan membuat anda seakan di dalam kantor lagi, padahal anda sudah pulang dari kantor.
Anda melihat muka pelayan di McDonald’s tampak kelelahan, jelas lelah karena mondar mandir melayani segerobolan orang yang lapar yang tetap milih milih makanan.
Kalau anda masih nekat ngantri, pastinya anda akan kelelahan menunggu di antrian. Sampai di antrian anda pun akan gak enak hati melihat pelayan yang tampaknya kelelahan. Mungkin anda bisa pesan paket nasi dengan telor dan minta ayamnya yang bagian dada. Tapi tiba tiba anda dikasih paha kecil, karena bagian dadanya habis. Tapi anda melihat ayam bagian dada selesai di goreng dan di sajikan, anda pun meminta ayam yang baru matang tersebut, dengan banyak alasan anda di tolak mentah mentah.
Sangking penuhnya sampai anda di suruh mengambil coke belakangan, anda disuruh menaruh dahulu makanana anda di meja anda. Setelah mengambil coke tentunya anda siap untuk menyantap makanan dengan tenang, tapi apa daya saat anda minum coke nya ternyata isinya lemon tea.
Posted by
Puput
at
17:25
31
comments
Labels: Its Puput Normal Day

